Kenapa pengajuan Kartu kredit selalu di tolak Bank?

Kenapa pengajuan Kartu kredit selalu di tolak Bank? - Sakitnya di tolak bank dalam aplikasi kartu kredit, tidak sesakit di tolak sama cewek kok. Nah, Biar nggak di tolak -tolak bank dalam membuat kartu kredit gimana caranya? Sebelum mencari jalan keluarnya, alangkah lebih baik kita pahami dulu apa saja penyebabnya sehingga pengajuan aplikasi kartu kredit anda selalu di tolak, setuju kan?
Kenapa selalu di tolak? Mungkin anda sendiri tidak tahu alasan kenapa sampai di tolak bahkan berkali-kali. Bisa jadi karena beberapa faktor. bahkan faktor kecil seperti kesalahan tulisan yang membuat data anda tidak valid juga bisa menjadi faktor penyebab gagalnya apply kartu kredit anda. Berikut faktor-faktor yang paling mungkin terjadi :

Kenapa pengajuan Kartu kredit selalu di tolak Bank?
pengajuan Kartu kredit selalu di tolak Bank?


1. BLACKLIST BI CHECKING
Daftar hitam Bank Indonesia (BI). Inilah momok yang membuat mimpi buruk debitur atau calon debitur saat meng - apply kredit. Kalau nama anda sudah tertera dalam daftar hitam BI, maka mustahil bagi anda untuk bisa mengajukan kredit apa pun. Mungkin disinilah letak kesalahannya. Tanpa disadari anda sudah masuk dalam daftar hitam BI.
Mungkin saja anda punya masalah buruk dengan riwayat kredit anda sebelumnya. Misalnya kredit motor atau kredit lainnya. Kalau begini, anda seperti kena kutukan. Tapi jangan khawatir. Sekarang Blacklist BI checking dapat di putihkan kok. Untuk lebih jelasnya Baca Juga : Cara memutihkan nama dari daftar hitam blacklist BI checking.

2. NOMOR TELEPON TELKOM vs FLEXI
Meskipun terlihat sepele, tapi banyak sekali korban kegagalan membuat pengajuan kartu kredit karena masalah ini. Mereka mungkin berpikir, bahwa semua telpon bernomor lokal adalah sama saja. Padahal bank di republik ini, sangat-sangat khawatir kalau-kalau uangnya dibawa kabur. Sama mudahnya dengan membawa kabur telpon bernomor fleksi kesana kemari. Sementara, kalau telpon bernomor telkom adalah tidak bisa dipindahkan (fixed line).
Nah, karena ketidak tahuannya, kebanyakan orang malah memasukkan nomor flexi line untuk nomor telpon rumahnya, kolom telepon kantornya dan di kolom telepon saudaranya. Kalau seperti ini, bank pasti ragu meng - approve kartu kredit anda. So be carefull with this. Semua nomor-nomor yang wajib diisi di kolom aplikasi kartu kredit seperti nomor telpon kantor, nomor telpon rumah, nomor telpon saudara tidak serumah, adalah wajib bernomor milik telkom.
Kegagalan bisa juga terjadi jika anda salah memasukkan nomor telepon. Jika sebanyak tiga kali bank gagal menghubungi nomor-nomor tersebut, besar kemungkinan aplikasi anda akan di tolak bank.
notes : jika anda tidak mempunyai nomor telpon dari telkom, salah satu solusinya adalah anda bikin kartu kredit lewat marketing kartu kredit di kota anda, dan anda bisa mengkonsultasikan permasalahan anda ini untuk di pecahkan (biasanya nanti disuruh memakai nomor telpon kantor dari marketing). Atau solusinya anda bisa pengajuan kartu kredit dengan Jaminan, Baca Juga : Cara pengajuan aplikasi kartu kredit dengan JAMINAN dan 100 persen pasti approve.

3. DATA GAK COCOK
Jangan sampai anda memberikan data yang tidak valid kepada bank. Misalnya anda mengaku sebagai direktur, tapi anda hanyalah karyawan biasa. Anda mengaku pengusaha, sementara anda pengangguran. Boleh-boleh saja sih, asalkan anda sendiri yang mengangkatnya, atau orang lain yang sudah anda ajak cengli (dikompakin). 
Karena bank akan mengkroscek kebenarannya. Bisa saja bank menelpon kantor anda tapi sialnya teman anda yang menjawabnya. Lalu temen anda bilang, "oh bukan pak, jabatan dia hanya office boy, bukan direktur disini".
Kalaupun anda dengan terpaksa memberikan data palsu karena sangat membutuhkan kartu kredit. ya, silahkan saja. Tapi buatlah data yang anda berikan benar-benar valid. Misal anda sudah bekerja sama dengan teman kantor anda. Jika ada telpon dari bank, bilang saja posisinya direktur. beres kan..?
Saya tidak mengajari anda berbohong lho. Saya bilang kalau terpaksa. Tapi yang harus anda pahami adalah berpikirlah "terpaksa berbohong untuk sukses". bukan 'terpaksa berbohong untuk mendapatkan kartu kredit'. Karena bank meminta persyaratannya seperti itu, ya berikan saja jawabannya seperti yang mereka minta. Kalau berbohong untuk suksess, anda sudah punya tujuan akan di pakai apa kartu kredit tersebut. seperti membuka usaha, modal bisnis, atau berinvestasi.


4. KARTU KREDIT OVER LIMIT
Bila anda dalam pengajuan aplikasi ini bermaksud memperbanyak kartu kredit, aturlah agar penggunaan kartu kredit anda tidak melebihi 70% dari limitnya. Apalagi penggunaannya melebihi batas (over limit). Pengajuan kartu kredit Anda pasti akan di tolak bank.
Itulah sebabnya, kalau mau mengajukan aplikasi kartu kredit lagi, jaga agar limitnya tidak terpakai maksimal. Cara berpikir bank lah yang mesti anda pahami. Bank tidak suka dengan orang butuh uang, orang tidak bonafid, atau orang banyak hutang. karena mereka mau seminimal mungkin tapi untungnya pasti. Bank bisa menilai calon debitur lagi butuh uang dari penggunaan kartu kreditnya yang berlebihan. Tetapi setelah kartu kredit anda di setujui, boleh-boleh saja anda gunakan 100% gak masalah.

5. REKENING KOSONG
Tanpa harus meng - apply pun anda bisa punya kartu kredit lho. Anda bisa ditawari kartu kredit. Dengan syarat memiliki rekening bank yang aktif. Kalau rekening anda tidak aktif ataupun kosong, bank tidak akan pernah menawari anda untuk memiliki kartu kredit.



Jika anda sudah tahu penyebabnya. Pasti anda akan mencari cara agar tidak gagal lagi dalam membuat kartu kredit.



SILAHKAN BACA JUGA :






0 comments