Kriteria nasabah yang DISUKAI Bank dalam proses Pengajuan Kredit

Kriteria nasabah yang DISUKAI Bank -jujur saja, orang yang pintar menggoda cewek lebih mudah dapat kartu kredit. Bank itu seperti putri jelita. Dambaan setiap pria karena dia cantik, kaya, dan matre. hehehe. Kalau untuk mendapatkan pacar saja anda mesti menggombalnya. Maka Bank juga senang di gombal. Bila cewek nggak suka baju kumal, pakailah baju yang rapi. Bila cewek nggak suka cowok yang slebor, bicaralah dengan sopan dan lembut. Bank juga demikian lho.
Banyak alasan kenapa anda mesti di sukai Bank. Salah satunya agar Pengajuan Aplikasi Kartu kredit anda di setujui. Sesungguhnya, yang paling tersulit itu adalah saat pertama kali. Karena, ketika anda telah mendapatkan sebuah kartu kredit atas nama anda sendiri. Maka terbentanglah jalan untuk menuju kesuksesan. Tentu saja, ASAL TAHU CARANYA. apakah anda termasuk ke dalam golongan tersebut? Ok, let's check this out.

Kriteria nasabah yang DISUKAI Bank dalam proses Pengajuan Kredit
Kriteria nasabah yang DISUKAI Bank


Sudah Punya Kartu kredit
Gampangnya, Bank nggak ingin repot. Mereka tidak mau ambil resiko dengan calon nasabah baru. Mereka lebih suka nasabah yang telah TERUJI berkredit di bank lain. Nah, bila anda sudah memiliki kartu kredit, selanjutnya adalah tinggal MENTERNAKKAN KARTU KREDIT anda sebanyak-banyaknya. Hanya saja, cari yang bebas iuran tahunan ya! Nantinya, semua isi dari kartu kredit anda bisa digunakan untuk modal usaha, modal kerja, atau untuk modal memulai bisnis.
Bagi yang belum punya kartu kredit, jangan kuatir! Selalu saja siapapun mesti melakukan hal yang pertama untuk maju ke tahapan selanjutnya. Pecahkaan telurnya! Anda tinggal mengisi aplikasi, dan melengkapi apa saja syaratnya. Coba terus hingga anda mendapatkan kartu kredit idaman anda.
Baca Juga : Mengapa aplikasi kartu kredit selalu di tolak Bank? inilah solusinya.
Kesalahan sebelumnya bisa anda tambal untuk aplikasi berikutnya. Karena setiap Bank memiliki kriteria dan syarat-syarat yang unik dan tidak selalu sama. Nah, kalau sudah pecah telurnya. Anda tinggal memperbanyak saja kartu kredit anda lainnya.

Pengusaha atau Karyawan?
Bank plat merah seperti Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank BRI lebih senang memberikan kredit kepada pegawai negeri sipil (PNS), karyawan BUMN, baru kemudian karyawan swasta.
Bank asing besar seperti Citibank, Standart chartered lebih senang memberikan fasilitas kredit kepada karyawan perusahaan asing. Bahkan staf karyawan biasa di perusahaan asing bisa mendapatkan kartu krdit Platinum dan fasilitas Lounge di bandara. Nah, anda tidak perlu harus menjadi karyawan dulu seperti mereka untuk bisa mendapatkan kartu kredit. Karena semua Bank lebih suka dengan pengusaha? asyik kan..! Makanya jadilah pengusaha. anda nggak harus jadi pengusaha konglomerat duluan, jadi pengusaha kelas teri juga bisa kok dapat kartu kredit dengan Limit besar.
Bank lebih menghargai pengusaha di bandingkan karyawan. Karena pengusaha itu unik. Kalau karyawan biasanya mendapatkan kartu kredit jenis silver atau gold. kalau pengusaha minimal jenis gold atau platinum.
Enaknya jadi pengusaha adalah sesuka hati saja untuk menentukan berapa besar penghasilan  / omzet / keuntungan setiap bulannya. Sementara, bagi seorang karyawan berapa sih gajinya per bulan setelah kong kalikong dengan bagian admin/resepsionis di kantor? Ini bukan cheating lho, ini adalah kreatif, namanya juga pengusaha. Yang penting kan hutangnya nanti di lunasi, betul nggak? Karena bank meminta persyaratan-persyaratn yang macam-macam. Ya, penuhi saja persyaratan njlimet yang diminta oleh bank. Gitu aja kok repot!
Bedanya kartu kredit dengan produk kredit bank yang lainnya adalah, puhak bank tidak perlu repot-repot mengecek tempat usaha anda dan sebagainya. Mereka cukup menelpon ke tiga nomor yang anda tuliskan di aplikasi pengajuan kartu kredit anda yaitu nomor handphone (HP) anda sendiri. nomor telpon rumah anda (harus nomor telpon milik telkom lho! nggak boleh telpon flexi atau jenis lainnya), dan nomer saudara tidak serumah seperti sepupu (harus nomor telkom juga!)
Sementara untuk nomor telpon kantor, bagi anda yang belum memiliki kantor sendiri, bilang aja bahwa rumah anda merangkap sekaligus kantor. Bank juga pasti percaya! Kalaupun anda bilang rumah kontrakan anda adalah rumah sendiri, Bank juga percaya kok. Memangnya mereka punya sertifikat rumah anda?
Yang paling bagus sih, bila anda sudah memiliki usaha sendiri. dan usaha itu sudah jalan. kecil nggak masalah, belum untung juga nggak masalah. Nanti kan setelah di praktekkan, anda kan jadi untung dan kaya. Tapi kalu di tanya bank berapa omzetnya, sebut saja angka sesuka hati anda.

Memiliki badan Usaha
Lebih bagus lagi bila anda memiliki badan usaha sendiri. Menunjukkan bahwa anda adalah seorang pebisnis yang serius. Kalau belum ounya perseroan Terbatas (PT) yang mahal ongkos pembuatannya. Pakai CV juga boleh, murah meriah. Paling-paling Rp.2-3 juta seluruh izin-izin Badan Usaha anda sudah lengkap seperti akte pendirian. Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP), Tanda Daftar perusahaan (TDP), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Kalaupun anda tidak punya uang segitu untuk pengurusan pembuatan CV, nggak perlu repot! Cukup SIUP saja yang anda lampirkan sudah cukup. Karena, banyak juga toko-toko yang bermodalkan SIUP saja tapi bisnisnya tetap jalan kok. Nah, kalau anda seorang karyawan, anda tidak perlu repot-repot mengurus yang beginian.
Kalaupun ditanya bank, alasan buat kartu kredit? Jawab aja yang bagus-bagus. bilang saja anda suka traktir klien di mall yang banyak diskon kartu kreditnya, mau jalan ke luar negeri dan sebagainya. Bank ANZ, Bank PANIN cukup senang melayani pembuatan kartu kredit untuk kalangan pengusaha.

Saldo Mengendap vs Arus KAS 
Bank BCA paling getol menawari pembuatan kartu kredit bagi nasabahnya yang memiliki saldo mengendap. Itulah uniknya setiap bank. Mereka memiliki strategi masing-masing untuk mengaet nasabah baru. kalau suatu cara dianggap berhasil mengaet nasabah, biasanya bank-bank lain pun juga ikut-ikutan menerapkan strategi yang sama. itu juga yang menyebabkan bank BCA sulit dikalaahkan kali, ya?
Saldo mengendap biasanya banyak terjadi pada orang-orang yang kelebihan duit, pejabat atau pensiunan. Bank sangat suka dengan kepastian, mereka nggak ingin uangnya di bawa kabur. sehingga, dana mengendap atau pun deposito cukup membuat mereka merasa nyaman. Kalau-kalau sesuatu yang terburuk terjadi, mereka berpikir anda masih mempunyai duit untuk membayarnya. Semakin besar dana mengendap anda, semakin getol bank menawari anda kartu kredit. Tapi itu kan bagi orang yang kelebihan duit, kalau duit pas-pasan? Baca Juga : Cara goreng Rekening / Goreng kartu kredit agar cash flow keliatan gede dan bagus di mata Bank.
Sebenarnya, anda tidak perlu mengikuti cara ini. Kalau anda sebagai pengusaha, Bank akan melihat arus kas tabungan anda. Lebih bagus lagi bila anda memiliki rekening giro. arus kas itu berarti terjadi keluar masuk uang dari dan ke tabungan anda.
Bank melihat arus kas tabungan pengusaha seperti urat nadi. Urat nadi itulah yang terus mengalir hingga usaha anda dianggap berjalan dengan lancar. Kalau arus kas anda diam saja, tidak ada transaksi keluar masuk, bank juga tidak akan percaya. Kok bisnis nggak ada arus kasnya, kok nggak ada urat nadinya, bisnis kan perlu hidup juga. Nah anda kreatif aja agar arus kas anda bisa aktif setiap bulannya.  Baca Juga :  

0 comments